Jikakamu amati, ada beberapa peristiwa yang terdapat di dalam berita di atas. Berikut ini beberapa peristiwa yang ada dalam berita tersebut. a. Untuk mencegah semakin berkembangnya nyamuk penyebar DBD, Dinas Kesehatan Medan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan fogging (pengasapan). b. Dinas Kesehatan Medan menggiatkan program dokter kecil. c. 3 Mendaftar rangkaian perisitiwa yang terdapat pada cerita fabel! Fabel 1 (Belalang sembah) Fabel 1 Rincian peristiwa. Peristiwa 1 Semut pergi ke gua-gua untuk mengumpulkan makanan. Peristiwa 2 Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut. a Daftarlah rangkaian perisitiwa yang terdapat pada cerita fabel! Fabel 1. Fabel 1. Rincian peristiwa. Peristiwa 1 Semut pergi ke gua-gua untuk mengumpulkan makanan. 198 Kelas VII SMP/MTs. Fabel 2. Fabel 2 Rincian peristiwa. Peristiwa 1 Pak Tua Rusa mengunjungi keluarga Pip untuk memberikan oleh-oleh. b] Daftarlah tokoh yang terdapat pada ArisSuparsito. Aris Suparsito, S.Pd., M.Pd. AYO, MENULIS APA SAJA ! TAHUN 2011 f IDENTITAS NASKAH a) Judul Naskah : Ayo, Menulis Apa Saja ! b) Kelompok Naskah : Nonfiksi c) Jenis Naskah : Pengayaan Bahasa Indonesia/Keterampilan Menulis d) Jenjang Pendidikan : SMP/MTS KATA PENGANTAR f Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa Rangkaianperistiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat. SYAIR Daftarlah kata yang memiliki bunyi akhir sama pada pantun, gurindam,dan syair di atas! KONFLIK FABEL Dalam iuDx. Fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 201. Secara etimologis fabel berasal dari bahasa latin, yakni fabulat yang berarti “bercakap” atau “bercerita”. Boleh dikatakan juga bahwa apa itu fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia yang berkaitan erat untuk memberikan pesan moral dan nilai-nilai luhur lainnya Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 194. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, yang artinya bukan diangkat dari kehidupan nyata, tapi tetap mencerminkan realita. Karakter binatang dalam cerita fabel dianggap mewakili karakter manusia dan diceritakan mampu bertindak seperti manusia tapi tetap tidak menghilangkan karakternya sebagai binatang. Struktur Fabel Fabel juga merupakan salah satu turunan dari teks narasi, sehingga struktur, ciri, unsur, dan kaidah kebahasaannya memiliki banyak kesamaan. Hanya saja, terdapat beberapa aspek khusus yang menjadi ciri khas dal Pengenalan situasi cerita exposition, orientasi, Orientasi, pada bagian ini, penulis mulai memperkenalkan tokoh, dan hubungan antartokoh, latar tempat, dan waktu, hingga menata adegan yang akan membawa mereka pada alur peristiwa. Komplikasi, bagian di mana konflik atau permasalahan antara satu dengan tokoh yang lain mulai muncul dan bergerak menuju klimaks atau puncak konflik. Klimaks, puncak konflik atau bagian yang paling mendebarkan dari komplikasi yang telah terjadi. Resolusi, bagian yang merupakan penyelesaian dari masalah yang telah terjadi. Koda, bagian opsional yang berupa kesimpulan dan komentar terhadap pelajaran yang dapat dipetik dari dongeng fabel. Ciri Ciri Fabel Sebagai salah satu genre atau jenis teks, fabel memiliki karakteristik atau ciri yang membedakan jika dibandingkan dengan teks-teks yang lain. Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 199 ciri-ciri fabel adalah sebagai berikut. Fabel mengambil tokoh para binatang. Watak tokoh para b natang digambarkan ada yang baik dan ada yang buruk seperti watak manusia. Tokoh para binatang bisa berbicara seperti manusia. Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab-akibat. Rangkaian sebab- akibat diurutkan dari awal sampai akhir. Fabel menggunakan latar alam hutan, sungai, kolam, dll. Kaidah Kebahasaan Fabel Selain ciri, teks fabel juga memiliki kaidah kebahasaan yang unik dari kaidah kebahasaan teks yang lain. Ciri atau kaidah kebahasaan yang digunakan dalam fabel adalah sebagai berikut. Dalam teks cerita fabel biasanya juga digunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu dirangkai dengan kata depan, penulisan kata depan dipisah dengan kata yang mengikutiny seperti di hutan berbeda dengan dimakan bukan kata depan. Menggunakan kata sandang si dan sang seperti pada kata sang gagak atau si bebek, kata sandang merupakan sejenis kata penentu atau pembatas yang letaknya di depan kata benda atau kata sifat. Kata sandang tidak mempunyai makna tersendiri Kemdikbud, 2017, hlm. 230. Kalimat naratif/peristiwa Katak mendatangi Ikan yang sedang kehujanan, Semut menyimpan makanan di lubang. Kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh. Menggunakan kata sehari-hari bahasa percakapan dalam situasi tidak formal Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 199. Unsur Fabel Seperti turunan teks narasi lainnya, fabel juga memiliki unsur-unsur pembentuk yang menjadi ciri dari teks fabel. Berikut adalah unsur-unsur pembentuk dongeng fabel Kemdikbud, 2017, hlm. 200. Tokoh, merupakan tokoh hewan yang menjadi pelaku dalam cerita tokoh protagonis, atau antagonis, tokoh utama atau tokoh pembantu. Ciri tokoh utama adalah 1 sering dibicarakan; 2 sering muncul; dan 3 menjadi pusat cerita menggerakkan jalan cerita. Tokoh pembantu adalah tokoh tambahan. Penokohan, adalah pemberian karakter pada tokoh. Karakter bisa bersifat protagonis/yang disukai atau tokoh antagonis/yang tidak disukai. Watak tokoh dapat disimpulkan dari penggambaran fisik, penggambaran tindakan tokoh, dialog tokoh, monolog, atau komentar/narasi penulis terhadap tokoh. Setting atau latar, merupakan tempat dan waktu kejadian serta suasana dalam cerita. Ada tiga jenis latar, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Tema, adalah gagasan yang mendasari cerita. Tema dapat ditemukan dari kalimat kunci yang diungkapkan tokoh, atau penyimpulan keseluruhan peristiwa sebab-akibat pada cerita. Amanat, pesan yang disampaikan penulis secara tidak langsung. Amanat disimpulkan dari sikap penulis terhadap permasalahan yang diangkat pada cerita. Jenis Fabel Jika ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, fabel dapat dibedakan menjadi Fabel alami, jenis ini menggunakan watak tokoh binatang seperti pada kondisi alam nyata. Misalnya, kura-kura diberi watak lamban, singa buas dan ganas. Selain itu, fabel alami menggunakan alam sebagai latar hutan, sungai, kolam, dsb; Fabel adaptasi, adalah fabel yang memberikan watak tokoh dengan mengubah watak aslinya pada dunia nyata dan menggunakan tempat-tempat lain sebagai latar di rumah, di jalan raya. Misalnya, landak yang pemalu berulang tahun di rumah makan. Sementara itu, jika ditinjau dari kemunculan pesan, maka fable dapat dibedakan menjadi Fabel dengan koda, berarti fabel dengan memunculkan secara eksplisit atau diberikan pesan pengarang di akhir cerita; Fabel tanpa koda, sebaliknya, fabel tanpa koda tidak memberikan secara eksplisit atau tidak ada pesan pengarang di akhir cerita, pembaca dibiarkan menyimpulkan sendiri pesan dan amanat yang terdapat dalam cerita. Contoh Fabel Tim Kemdikbud 2017, hlm. 209 menyatakan bahwa salah satu contoh fabel adalah sebagai berikut. Gajah yang Baik Hati Orientasi Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan. Dia berjalanjalan mencari air. Komplikasi – Klimaks Di tengah perjalanan dia melihat kolam dengan air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ia naik ke atas. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas. Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh Si Gajah yang kebetulan melewati tempat itu. “Hai, siapa yang ada di kolam itu?” “Aku.. si Kancil sahabatmu.” Kancil terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau menolongnya. “Tolong aku mengangkat ikan ini.” “Yang benar kau mendapat ikan?” ’Bener..benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar.” Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti. “Kau mau memanfaatkanku, ya Cil? Kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?” Tanya Gajah. Kancil hanya terdiam. “Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,” kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu. Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan. Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya. “Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini.” Dia berpikir apa ini karma karena dia sering menjaili teman-temannya. Resolusi Tidak lama, tiba-tiba Gajah muncul lagi. Kancil meminta tolong kembali. “Bagaimana Cil?” “Tolong aku, aku berjanji tidak akan iseng lagi” “Janji?” gajah menekankan. “Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?” “Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.” Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas Kancil berkata. “Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.” Koda Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatangbinatang yang lainya. Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita ha i-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain. Contoh Lainnya Contoh fabel beserta strukturnya dengan berbagai jenis dan tema lainnya dapat dibaca pada link di bawah ini. Baca juga Contoh Cerita Fabel beserta Strukturnya Berbagai Jenis & Tema Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jawaban Daftarlah rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabel Daftarlah rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabel 1 dan 2. Ini adalah jawaban dari soal Bahasa Indonesia, SMP, Kelas 7 VII. Sebagaimana kita tahu bahwa fabel adalah jenis dongeng yang menceritakan lebih banyak tentang hewan. Pada soal ini aku akan coba jawab ya, tapi tolong koreksi jika aku salah, maaf masih sama-sama belajar, hehe. Baca juga Cerita dongeng anak sebelum tidur Daftarlah rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabelFabel 1 judulnya “Belalang sembah”Fabel 2 berjudul “Sesama Saudara Harus Berbagi” Jadi, pada soal itu ada banyak peristiwa, dari 2 fabel yang berbeda, apakah kamu sudah membacanya, saran aku baca dahulu baru koreksi jawabanku ya! Fabel 1 judulnya “Belalang sembah” Dari cerita yang berjudul Belalang sembah ini aku dapat 4 peristiwa yang terjadi, diantaranya Semut mencari makanan dengan pergi ke guaBelalang sembah menari dekat dengan sarang SemutBelalang merasa heran dengan kegiatan semut, kemudian bertanya kepada semut tentara yang berjaga, “Kenapa mereka membawa makanan ke dalam sarang?”Belalang yang sombong, kelaparan dan berlari minta pertolongan ke sarang/ rumah Semut. Baca juga Cerita semut dan belalang Fabel 2 berjudul “Sesama Saudara Harus Berbagi” Dari cerita Sesama Saudara Harus Berbagi ada 4 peristiwa juga, diantaranya Pak Tua, mengunjungi keluarga Pip, dengan tujuan memberikan oleh-olehIbu Pip, masuk ke dalam rumah, memanggil dan meminta agar membagi sama rataTitu dan Puti sedih dan menangis, karena Pip tidak membagi sama rataIbu Pip membaginya, Pip mendapatkan 4 karena paling besar dan harus mengurus rumah juga mencari makan, sedangkan si kembar mendapatkan masing-masing 3. Baca juga Cerita sangkurian dalam bahasa Inggris Itulah Jawaban Daftarlah rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabel, mohon koreksi ya, dan terima kasih sudah membagikan artikel ini.

daftarlah rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabel